Kolam Teratai

Kita Semua Bersahabat

Seng Hanzen

SEANDAINYA BUDDHA HIDUP PADA JAMAN INI, APAKAH……….


Terlintas dalam benak saya apa yang akan terjadi seandainya seorang Buddha terlahir di jaman sekarang ini. Jaman dimana segala kemajuan teknologi mulai bertebaran dimana-mana. Jaman ini sudah pasti berbeda dengan jaman dimana Buddha Gotama hidup 2500 tahun yang lalu. Dulu, berdasarkan sejarah diketahui setidaknya kerajaan dimana Buddha hidup dan menetap telah memiliki sistem drainasi dan tata kota yang baik. Demikian pula perdagangan dan ilmu-ilmu perbintangan.

Namun apabila kita bandingkan dengan jaman sekarang ini, sudah tentu jauh berbeda. Saat ini banyak manusia terpelajar dan berpendidikan. Banyak orang pintar dan banyak juga orang yang dipintari. Di jaman ini pun segalanya memanfaatkan kemajuan teknologi. Mungkin para leluhur kita akan merasa takjub dengan para bhikkhu yang berkemampuan tinggi yang bisa terbang ke angkasa, muncul di tempat lain pada waktu yang bersamaan, berjalan di atas air, atau melakukan perjalanan melintasi luar angkasa. Tetapi yang kita lihat sekarang adalah kemajuan teknologi yang mungkin terilham dari hal-hal aneh yang dianggap tidak mungkin terjadi oleh para leluhur kita. Dan hanya orang gila (baca: super jenius) yang memberikan kontribusi besar dalam mengubah sejarah manusia. Begitu pula para ilmuwan dan orang-orang jenius yang bisa membawa gebrakan baru dalam kemajuan teknologi seperti yang kita alami saat ini. Mereka adalah orang-orang gila karena berani bermimpi mewujudkan hal yang dianggap tidak mungkin sebelumnya. Nah pertanyaannya, bagaimana reaksi seorang Buddha seandainya Beliau terlahir di jaman ini?

Berbeda dengan jaman dulu ketika Buddha Gotama hidup, untuk berkomunikasi dengan bhikkhu lain Beliau akan menggunakan kemampuan batinnya yang Super Maha Tinggi dan ketika sinyalnya nyambung (dan hebatnya selalu nyambung), maka akan tercipta komunikasi batin antara Beliau dengan murid-muridnya. Tetapi jika kita tengok saat ini, mungkin Buddha tidak perlu lagi memiliki kemampuan batin Maha-Koneksi-Cepat itu karena sudah ada beragam teknologi komunikasi yang super duper canggih.

Dulu para leluhur kita hanya bisa berangan-angan untuk melihat apa yang ada di balik angkasa. Mereka berandai-andai menjadi seekor burung yang bisa terbang bebas di lautan angkasa. Buddha dan para Arahat memiliki kemampuan terbang tidak saja melintasi daratan dan samudra, tetapi hingga melintasi angkasa sehingga bisa muncul di alam-alam lain. Kita dulu hanya bisa takjub dengan kemampuan yang dimiliki para Ariya tersebut, dan terkadang kita cenderung skeptis dan ragu akan kemampuan para Ariya tersebut. Dan sekarang hal itu ternyata bukanlah mimpi lagi. Hanya berjarak kurang lebih 100 tahun kemajuan di bidang aviasi membuat mimpi itu tidak sekedar hanya mimpi terbang bagaikan burung saja. Tetapi lebih dari itu, “kemampuan terbang” manusia ini berkaitan dengan banyak hal yang membantu manusia mulai dari transportasi yang kian cepat, perekonomian yang maju pesat hingga kenyamanan pelayanan yang berbeda. Demikian pula dalam hal eksplorasi angkasa luar dan planet lainnya. Semakin hari semakin banyak yang diketahui oleh manusia mengenai keadaan di luar planet biru ini.

Intinya, masih banyak kemampuan-kemampuan para Ariya yang sebenarnya hampir sama dengan fungsi kemampuan-kemampuan yang kita miliki ini. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, manusia terus maju dan berevolusi dengan sangat cepat, hingga terkadang tercipta kesenjangan yang cukup besar dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seandainya Buddha terlahir dalam kondisi dimana semua serba ‘berkemudahan’ apakah Buddha masih perlu mengembangkan kemampuan batin Beliau? Apakah Buddha masih perlu mengajarkan manusia dengan cara menunjukkan kemampuan batin Beliau? Apakah Buddha masih perlu memiliki kemampuan yang demikian hebat untuk dapat berkomunikasi dengan para murid-muridNya yang terpencar satu sama lain? Saya tidak tahu jawabannya, tetapi tampaknya bukan hal itu yang menjadi prioritas Beliau (baik apabila Beliau lahir 2500 tahun yang lalu, lahir saat ini, atau lahir dimasa yang akan datang).

Jaman dimana Buddha hidup 2500 tahun lalu mungkin saja jauh berbeda dengan kehidupan kita saat ini dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun apa yang sesungguhnya kita hadapi adalah sama: PENDERITAAN. Penderitaan ini disebabkan oleh berbagai hal dan akan saling berkaitan dengan hal-hal lainnya. Buddha lahir 2500 tahun lalu dan mengajarkan sebuah Kebenaran bagi kita untuk mengurangi penderitaan hingga bisa lenyap seluruhnya, dan karena apa yang kita hadapi saat ini juga sama, maka ajaran Beliau masih akan terasa selaras dalam membimbing kehidupan kita sehari-hari.

Buddha memiliki pengetahuan yang tak terbatas. Beliau memiliki kemampuan yang tak terbatas. Tetapi dari semua pengetahuan dan kemampuan yang Beliau miliki, Buddha hanya mengajarkan apa yang bisa kita terima dalam kondisi kita sebagai manusia, yang memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi kesejahteraan kita, dan hingga akhirnya manusia bisa mencapai kebebasan tertinggi (baca: terbebas dari penderitaan). Dalam masa hidup yang singkat, Buddha terus berulang kali mengajarkan hanya hal-hal yang bermanfaat bagi kemajuan batin kita, kebijaksanaan kita dalam menghadapi sesama kita. Beliau mengajarkan cinta kasih terhadap diri sendiri dan orang lain. Beliau mengajarkan kita untuk berbakti pada orang tua dan mencintai makhluk-makhluk lain. Apa yang Beliau ajarkan selalu selaras dengan apa yang Beliau lakukan. Dengan cinta kasih dan kebijaksanaan, maka manusia barulah bisa melihat akar penderitaan dengan sesungguhnya. Mencabut akar penderitaan bukanlah hal yang mudah. Dan mungkin apabila Buddha hadir pada kehidupan ini, kita sebagai manusia akan lebih mudah menerima ajaranNya dan lebih gampang pula mencapai kebebasan sempurna.

Comment

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!

Join Kolam Teratai

Satyakumara Comment by Satyakumara on November 12, 2009 at 8:19am
duh,,mn neh tombol like this na???
mantaffff bro ga ke bayang buddha pake hape n naik pesawat terbang....
vidya putra Comment by vidya putra on November 8, 2009 at 5:40pm
Yang pasti ajarannya akan tetap sama : "Jangan berbuat jahat, perbanyak perbuatan bajik, sucikan hati dan pikiran"

Our Network

© 2010   Created by manduka™ on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!