Pada suatu ketika hiduplah seorang petani tua yang telah bercocok-tanam selama bertahun-tahun. Suatu hari kudanya melarikan diri. Setelah mendengar kabar ini, para tetangganya datang mengunjunginya.
"Ini seperti nasib buruk," kata mereka penuh simpatik.
"Mungkin," jawab si petani.
Keesokan paginya kuda itu kembali sambil membawa tiga kuda liar lainnya.
"Betapa beruntungnya kamu," seru tetangga-tetangganya.
"Mungkin," jawab lelaki tua itu.
Keesokan harinya, anaknya yang mencoba menunggangi salah satu kuda liar itu terlempar dan kakinya patah. Para tetangga kembali datang untuk menunjukkan simpati mereka atas kemalangan itu. "Mungkin," jawab si petani.
Sehari setelahnya, para pejabat militer datang ke desa untuk meminta semua pemuda di desa menjadi tentara. Melihat bahwa kaki putranya patah, mereka mengijinkannya tidak mengikuti wajib militer. Para tetangga mengucapkan selamat atas keberuntungan keluarga petani tua tersebut.
Dan sekali lagi si petani tua menjawab, "Mungkin."
Sumber:
http://www.awakeblogger.com/2008/09/the-10-very-best-zen-stories/
You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!
Join Kolam Teratai