Kolam Teratai

Kita Semua Bersahabat

Jika Anda mendapati anggota keluarga/kerabat Anda sedang sekarat akibat sakit yang sangat parah (misalnya kanker otak) dan sangat menderita di rumah sakit,
dan beliau bahkan meminta Anda untuk mencabut alat bantu pernafasannya untuk mengakhiri penderitaan/hidupnya.
Apa yang akan Anda lakukan?
Mari berbagi pendapat Anda dengan mengirimkan Opini/Komentar anda ke dinding kolamteratai saya....

Comment

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!

Join Kolam Teratai

Theresia W Astuti Comment by Theresia W Astuti on December 3, 2009 at 5:58am
Hi Susanto,
Menurut Cici Metta,lebih baik tidak usah dicabut.Alasan pertama Ia tetap harus melewati Karma pada saat kehidupan ini .Penderitaannya saat ini adalah buah hasil perbuatan nya pada masa masa kehidupan sebelumnya yang memang harus dijalaninya kalau kita cabut, berarti karmanya belum dijalani,dan akan terulang di kehidupan yang mendatang.Juga berarti menambah Karma buruk yaitu dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain walaupun kita tahu tanpa dicabut pun ia akan meninggal.Belum tentu sudah meninggal pun hidup di alam yang lebih baik dan tidak lebih sengsara dari pada saat ini,Jadi apapun yang terjadi ,jangan dicabut...Yang bisa dilakukan adalah berada disampinhnya dan membaca parita, agar kalaupun meninggal dengan kedamaian dan pikiran tertuju kepada Buddha.......Begitu kira kira sih....-Tq-C'Metta
David Comment by David on December 1, 2009 at 10:30pm
Klo saya pribadi diberi alat bantu cuma buat memperpanjang penderitaan lebih baik dipikir2 dulu.

Dapat saya bayangkan hari demi hari pasien dilalui dengan rasa sakit, tidak mendapatkan ketenangan, dan kedamaian disaat mata mulai terbuka sampai ternyenyak dalam tidurnya.
Saya rasa pasien pasti akan merasa indah dan damainya apabila rasa sakit kian lama kian menghilang tak terasakan lagi, suara bising, dan cahaya disekitar kian menghilang, dan meredup.
Biarlah kenangan-kenangan indah bersama orang-orang yang dicintai diakhiri oleh senyuman terakhir yang terlihat samar-samar bersamaan dengan meredupnya cahaya sekitar.

oh damai, dan sunyinya kapan ya saya nyusul T___T

Sekedar sharing "Klo memang sudah waktunya pergilah dengan cepat, dan tenang, klo belum saatnya semoga cepat sembuh" doa papa saya sewaktu kakek saya sakit2an

Our Network

© 2010   Created by manduka™ on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!