Kolam Teratai

Kita Semua Bersahabat

Di sebuah danau yang sangat indah, sekelilingnya di tumbuhi rerumputan nan hijau, pohon-pohon yang rindang, angina sepoi-sepoi,menambah kesejukan dan ketenangan, jika kita berada di sana.
Danau tersebut banyak di huni oleh ikan –ikan yang sangat besar, maka tak jarang banyak pemancing yang memancing ikan disana.
Begitu pula sore itu ada seorang profesor datang kesana bersama anaknya yang baru berusia 5 tahun, sang profesor datang kesana karena diajak oleh seorang anak muda tetangganya yang memang hampir setiap hari ia menghabiskan waktunya di danau itu untuk memancing dan karena hampir setiap hari ia berada di sana, jadi anak muda itu tahu kapan ikan itu banyak berkumpul untuk di pancing. Tiba –tiba anak sang profesor berteriak dengan riangnya, “ lihat ayah, ada seekor katak melompat-lompat, indah sekali bagaikan ia sedang menari-nari, nampaknya ia akan menuju keseberang danau sana ayah” Sang Profesor hanya tersenyum kecil, melihat keriangan anaknya itu.
Lalu si anak itu berkata lagi, “ ayah, harus berapa kali katak itu meloncat ,agar sampai ke danau sana ? tanya si anak.
Naluri pikirannya sebagai seorang profesor mulai berjalan, ia mulai menghitung-hitung berapa kali katak itu meloncat, ia mengukur berapa lebar danau dari ia berpinjak ke seberang sana, kemudian ia mengukur panjang loncatan si katak itu, terus dan terus ia menghitung, sehingga membuat si anak muda di sebelahnya merasa terusik dengan gerak-gerik sang profesor.
Lalu anak muda itu berkata “ Prof, untuk apa menghitung sampai begitu cemat-nya hanya karena ingin tahu berapa kali katak itu meloncat sampai ke tepi danau di seberang sana ! itu hanya buang-buang waktu saja, sebenarnya simple sekali , katak hanya melompat hanya dua kali saja selebihnya ia berenang agar sampai ke seberang sana”. Saya tahu karena hampir setiap hari saya melihat gerak –gerik katak itu . Sang Profesor hanya diam dan tersipu malu menyadari kebodohannya.
Cerita diatas adalah mengambarkan kehidupan kita yang hanya berpatokan kepada sebuah teori tanpa di landasi praktek-nya, banyak mengumbar omongan tentang motivasi hidup, harus begini harus begitu dalam mencapai kesuksesan namun dalam prakteknya sendiri, bisa juga menimbulkan kebingungan dalam menjalankannya.
Sama dalam mempraktekan Dhamma Sang Buddha, kita membaca paritta, mendengar dan berdiskusi dhamma,berdana dan lain sebagainya, namun prakteknya kita masih saja suka bergunjing, berbohong, yang masih saja menanamkan kilesa di dalam bathin tanpa mau menyadari mengikis kilesa dalam bathin dan yang terpenting adalah mempraktekkan Patipatti Dhamma agar batin menjadi bersih,batin tak akan menjadi bersih hanya karena berkah dari dana kebajikan atau sekedar teori saja.
Intinya semua itu praktek keseharian, yang kita butuhkan dalam pengembangan batin kita ini, teori yang menumpuk tidak ada gunanya , Praktek...praktek itu yang penting hingga batin kita dapat lebih mempunyai Paňňa ( kebijaksanaan ) dalam menghadapi setiap persoalan. Semoga kita mengarah ke arah itu.....sadhu..

Comment

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!

Join Kolam Teratai

Made Karmas Budhawan Comment by Made Karmas Budhawan on December 4, 2009 at 8:57am
Semoga kami berbahagia, semoga para leluhur dan keluarga kami berbahagia, semoga semua mahluk berbahagia, kami berlindung pada BUDDHA, DHAMMA dan SNGGHA.

Our Network

© 2010   Created by manduka™ on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!