Tentu semua tau kasus heboh yang terus disiarkan di media-media mengenai "cicak dan buaya" berita tersebut sangat gencar diberitakan dan heboh. Demikian Bhante Athakaro membuka dhammadesana tadi pagi, di vihara Asokarama Denpasar - beliau kemudian mengatakan bahwa, sebenarnya kalau kita lihat - lihat atau baca - baca di Tripitaka ternyata hal tersebut tidak hanya terjadi sekarang saja bahkan jaman dahulu juga hal - hal seperti ini sudah terjadi bahkan dialam dewa-pun keribuatan seperti ini sering terjadi.
Misalnya keributan antara para dewa dan para ashura. Bhante Athakaro juga menceritakan mengenai pertanyaan dewa Sakka kepada sang Buddha, yaitu
"semua manusia dan dewa ingin kebahagiaan dan kedamaian, namun mengapa hal tersebut tidak bisa tercapai?" dan sang Buddha mengatakan bahwa hal tersebut
tidak bisa tercapai karena ada keserakahan, kecemburuan, iri hati dan kekikiran. Dan hal tersebutlah yang membuat cita - cita atau impian dewa dan manusia akan kehidupan yang damai dan bahagia tidak akan pernah bisa tercapai.
Karena hal tersebut membuat manusia atau dewa tidak akan bisa tenang, melihat teman berbahagia atau berhasil, bukannya ikut senang malahan berusaha mencari cara agar ia gagal, dan sebagainya. Sehingga permasalahan akan terus muncul dan tidak habis - habis.

Bhante Athakaro kemudian melanjutkan dengan menjelaskan bahwa, dengan demikian
musuh sesungguhnya dari manusia dan dewa bukan berada diluar diri, tetapi didalam. Keserakahan, kecemburuan, iri hati dan kekikiran inilah yang harus dihilangkan agar apa yang diimpikan oleh manusia dan dewa (kedamaian dan kebahagiaan) bisa tercapai. Jika keserakahan, kecemburuan, iri hati dan kekikiran ini bisa dihilangkan - atau paling tidak dilemahkan maka perlahan - lahan kedamaian dan kebahagiaan akan muncul; dan inilah yang dinamakan
Kemenangan tanpa dendam.
Kemudian Bhante Athakaro menutup dengan menjelaskan cara melatih agar kecemburuan, keserakahan , iri hati dan kekikiran ini bisa dikurangi atau dihilangkan adalah dengan sila, samadhi dan panna. Beliau menyarankan agar kita semua menjaga sila sehingga moral kita terjaga dalam kehidupan sehari - hari, kemudian berlatih samadhi agar pikiran menjadi tenang sehingga akhrinya muncullah panna (wisdom / kebijaksanaan).
Demikian tulisan singkat saya ini, hanya sedikit berbagi apa yang baru saja saya dengar. Marilah kita semua mencapai Kemenangan tanpa dendam, dan mencapai apa yang kita inginkan (kebahagiaan dan kedamaian).
You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!
Join Kolam Teratai