Kolam Teratai

Kita Semua Bersahabat

Pada suatu hari di kota Benares di India pada hiduplah 3 orang bersaudara kakak beradik yang dalam masa - masa belajar. Yang paling tua bernama Vijja, dan yang kedua bernama Abhi dan yang ketiga bernama Kalyani. Mereka bertiga hidup bersama - sama tanpa orang tua dan sanak saudara di kota Benares, karena mereka berasal dari desa dan pergi kekota untuk menambah ilmu.

Sebagai seorang kakak Vijja adalah kakak yang sangat melindungi adik - adiknya, mengatur berbagai hal dirumah. Ia selalu menegur dan mengajarkan adik - adiknya. Sedangkan kedua adiknya juga merupakann adik - adik yang penurut dan penyabar, walaupun terkadang mereka tidak suka diatur mereka mengerti kenapa sang kakak berlaku demikian. Satu hal yang paling sering dilakukan oleh sang kakak adalah mengatakan "kalau kaki kotor, jangan naik - naik ke kasur" (pada jaman itu ranjang adalah barang mewah). Hal itu sering sekali dikatakan sang kakak ketika melihat kedua adiknya dari luar rumah dan langsung masuk kekamar tidur dan tanpa sengaja menginjak kasur.

hingga pada suatu hari sang kakak habis memasak didapur kemudian ia berisitirahat dikamar tidur. Sambil berbincang - bincang dengan seorang temannya ia duduk bersila dikasur. Ketika melihat kaki sang kakak (Vijja), temannya berkata "aduh Vijja, kakimu kotor sekali". Ketika mendengar temannya mengatakan hal itu, sang kakak langsung melihat kakinya sendiri dan ternyata memang kotor. Setelah kejadian itu sang kakak langsung menyadari ia pun juga memiliki kesalahan, tapi karena rasa tanggung jawab yang berlebihan maka ia tidak melihat hal tersebut. Sejak saat itu sang kakak selalu sang kakak selalu memeriksa diri sendiri sebelum menegur dan mengatur adik - adiknya, ia tidak mengatakan teguran - teguran yang kesalahannya masih ia lakukan sendiri.

Akhirnya merekapun hidup berbahagia.

Demikianlah cerita diatas merupakan hal - hal yang sering terjadi di dalam kehidupan sehari - hari kita bahkan hingga saat ini. Sang Buddha sendiri, selalu mengajarkan kita untuk memeriksa pikiran kita sendiri, perbuatan kita sendiri, selalu melihat kedalam. Setelah diri kita benar dan baik, barulah melihat keluar diri sendiri. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, buat semuanya.

Tags: cerita, sendiri

Comment

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!

Join Kolam Teratai

jhayanti nithyananda kalyani Comment by jhayanti nithyananda kalyani on November 24, 2009 at 11:24am
adik yang ketiga namanya sama dengan nama saya.
wahahaha...(`.^)v

dalam dhammapada tertulis, "Hendaknya orang terlebih dahulu mengembangkan diri sendiri
dalam hal-hal yang patut, dan selanjutnya melatih orang lain. Orang bijaksana yang berbuat demikian tak akan dicela"
vidya putra Comment by vidya putra on August 31, 2009 at 10:56pm
ko citra : wew...aroma theravada tuh gimana ko? heheheheeh...
ko herry : ada juga ko yang pepatah gajah di pelupuk mata...bla...bla (*lupa) apa ya?
dede : hehehehe, iya juga ya...setelah melihat, terpikir sesuatu...langsung diucapkan...kalo ngak hati2 bahaya
ko robby : ayo ko kita cuci kaki bareng..heheheh
c jenifer : *no comment udah lengkap

SEMUA : itu ngak tau kaki siapa, bukan kaki saya... benerrrr, suerrrr.... jorok bener yah, wakkakakakakak
Robby Candra Comment by Robby Candra on August 31, 2009 at 12:36pm
Itu kakinya vidya ya?
Ayo cepet cuci kaki !!!

(Sama vip, kakiku juga kotor)
Dede Kendro Comment by Dede Kendro on August 31, 2009 at 11:36am
Kenapa ya begitu melihat gambar tapak kaki yg kotor diatas, langsung terbayang bau kaki hehehehe
Inilah cara kerja Pikiran, mengasosiasikan apa yg terlihat..
Herry Dhapuka Comment by Herry Dhapuka on August 30, 2009 at 8:05pm
yang jelas gambar tapak kaki di atas kotor banget.....btw ada juga pepatah mengatakan, bila menunjuk orang lain, hanya satu jari yang menunjuk keluar, sedangkan yang empat jari akan menunjuk diri sendiri.....kayaknya rada2 mirip ya.....

Postingan yang bagus.....
Beatrix Jennifer Comment by Beatrix Jennifer on August 30, 2009 at 12:25pm
Wah kaki siapa itu vip? Hehehe...
Hm memang benar berbicara itu mudah, menyuruh orang lain juga lebih mudah, tetapi apakah kita sendiri sudah melakukannya?
Pemikiran akan hal ini telah melahirkan sebuah pepatah: "Sebelum anda mengajari orang lain caranya berlari, setidaknya anda sendiri harus sudah bisa berdiri."
Maksudnya kita dengan mudah berteori ini dan itu kepada orang lain, tapi apakah kita sudah mempraktekkannya barang sedikit saja dari apa yg kita sampaikan itu?
Semoga kita semua bisa memberikan sebuah contoh dari tindakan nyata, bukan sekedar menyuruh saja....
vidya putra Comment by vidya putra on August 30, 2009 at 6:59am
hayooo kaki siapa yang kotor...

Our Network

© 2010   Created by manduka™ on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!