Kolam Teratai

Kita Semua Bersahabat

"Gantungkan lah cita-citamu setinggi langit", tentu kata - kata ini sudah sering kita dengar atau ucapkan. kata tersebut sering sekali ditujukan kepada anak - anak atau remaja-remaja yang sedang dalam masa mencari jati diri. Sungguh kata - kata yang memotivasi dan memberi semangat untuk berusaha sebaik mungkin, tidak peduli kaya atau miskin tapi gantungkan lah cita - citamu setinggi langit dan berusahalah mencapainya, bekerja keraslah untuk mencapai cita - cita tersebut.

Dalam ajaran sang Buddha juga setiap orang disarankan untuk memiliki virya atau semangat, bagi umat awam memiliki semangat dalam bekerja akan memberikan kesejahteraan hidup. Bahkan bagi semua mahluk, dengan semangat berlatih dapat membawa menuju kebahagiaan sejati. Namun ada 1 hal yang lebih dari ajaran sang Buddha, yaitu sang Buddha mengajarkan untuk tidak melekat, dalam hal ini saya kaitkan dengan cita - cita.

Dengan tidak melekat pada cita - cita kita, maka kita akan tahu dan sadar kapan untuk berhenti dan mengubah arah. Mungkin hal ini terdengar seperti menyerah atau patah semangat, tapi menurut saya tidak; seseorang mungkin akan berhenti dan mengubah arah ketika kegagalan mencapai 30%, dan orang lainnya mungkin juga akan berhenti ketika kegagalan mencapai 60%, 90% atau bahkan 100% namun yang terpenting adalah tidak menimbulkan penderitaan pada dirinya atau mahluk lain.

Tidak melekat pada cita - cita menurut saya sama halnya seperti rem mobil yang melaju ke suatu tujuan. Setiap orang dapat mengendarai mobil mereka dengan kecepatan berbeda - beda, dengan tujuan masing - masing. Namun ketika dibutuhkan mobil tersebut bisa berhenti. Sama halnya dengan setiap orang mengejar cita - cita masing - masing dengan virya (semangat) berbeda - beda, namun dengan tidak melekat pada cita - cita maka seseorang akan sadar kapan harus berhenti dan ketika tidak tercapai tidak akan timbul penderitaan.

Share :
Sebelumnya saya juga pernah mengalami hal tersebut, memiliki cita - cita / impian / target dan kemudian
tidak bisa dilanjutkan sebelum tercapai. Kemudian saya selama beberapa bulan merasa down, sedih, putus asa, gundah, atau apapun namanya dan hal tersebut benar - benar menimbulkan perasaan tidak enak dan tidak ada semangat. Hingga pada suatu hari saya membaca buku "Midah si manis bergigi emas" karya Pramoedya Ananta Toer yang ceritanya mengenai penderitaan seorang gadis, bahkan lebih menderita dari apa yang saya alami; kemudian saya renungkan dan saya terkejut sekali karena sebenarnya saya tidak punya alasan untuk bersedih, down atau putus asa; semua itu terjadi karena saya terus memeggang bayang - bayang akan cita - cita / impian atau target saya tersebut (bisa dibilang saya hidup dalam khayalan).


"Semoga semua mahluk berbahagia, terbebas dari penderitaan"

Tags: -, cita, impian, sadar

Sebarkan  Twitter

Comment

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!

Join this Ning Network

Robby Candra Comment by Robby Candra on December 3, 2009 at 8:12am
Yang datang jangan ditolak
Yang pergi jangan dicari
Yang belum datang jangan dinanti
Jennifer Comment by Jennifer on November 29, 2009 at 10:15am
Memiliki impian itu perlu, karena memiliki impian berarti memiliki tujuan. Tetapi sebenarnya yg dinilai bukanlah apakah impian itu bs dicapai atau tidak, melainkan bagaimana usaha kita dalam meraihnya, dan pelajaran apa yg bs kita petik dalam proses meraih impian itu.
Selamat bermimpi dan berjuang utk mewujudkannya, tapi jgn lupa utk belajar ya! :)

Our Network

© 2010   Created by manduka™ on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service