Kolam Teratai

Kita Semua Bersahabat

Yang Mulia Bhikkhu Dhammasubho Mahathera pada kesempatan Dhammadesana beliau, beliau menjelaskan masalah HARGA yang ada hubungannya dengan Dhamma.
Kalau tidak salah ulasan beliau sbb:

Harga DIRI berada diatas Harga MATERI, Harga Materi diatas Harga Hidup.

Karena harga diri diatas harga materi, orang rela merendahkan dirinya sampai tidak punya nilai demi materi, materi uang, barang atau materi kesenangan berupa pemuasan nafsu sex sehingga timbul sebutan Wts/Pts ( Wanita tuna susila/Pria Tuna susila ). Kadang2 harga diri mereka antara duapuluh lima ribu sampai jutaan.
Apakah hanya segitu harga diri mereka. Kita sebagai umat Buddha, bila sampai terbawa arus rendahnya harga diri seperti ini, itu sudah melanggar sila ketiga dari panca sila Buddhis.
Lain lagi cerita harga materi diatas harga hidup. Demi materi pula orang orang tega merampas HIDUP mahluk lain, entah dengan cara membunuh menghilangkan nyawa, entah dengan cara membunuh sumber penghasilannya, membunuh karakternya, membunuh mentalnya, membunuh masa depannya dsbgnya dsbgnya.
Demimharga materi, orang yang berada dalam kegelapan batin, selalu menghalalkan segala cara untuk membunuh kehidupan mahluk lain. Sila pertama dari Panca sila Buddhis sudah dilanggar, kita sebagai umat Buddha berusaha melatih diri meng hindari pelanggaran pelanggaran itu demi terciptanya garis garis tangan yang membuat heran para peramal bahwa tidak ada garis tangan kita yang menunjukkan jalan kearah penderitaan. Usahakan di jidat (Bhs Bali) kita, di dahi kita tertulis tulisan " bahagia, bahagia, bahagia, dan bahagia. Maka dari itu, hargailah "kehidupan" semua mahluk, agar kita timbul rasa simpati dan empati.
Tdak berbuat jahat,selalu menambah perbuatan jasa, mensucikan hati dan pikiran, itulah ajaran semua Buddha.
Jangan karena marah dan benci mengharapkan orang lain celaka.
Menghormat yang patut dihormat, membantu ayah dan Ibu, menyokong anak dan istri, itulah berkah mulia.
Sang Buddha , Guru Agung jungjungan kita, sangat menghargai kehidupan, Harga Hidup Beliau tempatkan diatas segalanya, sampai tanaman mati terinjak pun Beliau cermati, sampai Para Bhikkhu siswa2 Beliau disuruh berwasa selama musim hujan yang sekarang kita kenal dengan Hari Kathina. Sungguh sangat luar biasa Beliau dan memang tiada bandingnya dalam sejarah peradaban manusia. Demikianlah adanya, semoga semua mahluk berbahagia.

Comment

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!

Join Kolam Teratai

Wily Chandra Comment by Wily Chandra on July 9, 2009 at 11:12pm
Harga Hidup Beliau tempatkan diatas segalanya, sampai tanaman mati terinjak pun Beliau cermati.
Ini merupakan salah satu contoh kalau Sang Buddha sangat peduli dengan lingkungan. sayang HARGA sebuah lingkungan hidup sekarang seakan tidak bernilai lagi akibat dijajah oleh keserahan manusia yg mengeksploitasi alam demi mengejar materi.

Our Network

© 2010   Created by manduka™ on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!