Kolam Teratai

Kita Semua Bersahabat

Sore itu aku masih mengikuti perkuliahan, dan saat itu adalah mata kuliah strategi pendidikan…agak ngantuk juga saat itu aku mengikutinya,maklum perkuliahan ku agak sedikit istimewah, perkuliahan dilakukan pada hari sabtu dan minggu..yah dimana saat kebanyakan orang menikmati liburan dan santai-santai dirumah .
Tapi agak sedikit semangat ketika dosen ku memberi satu cerita yang bisa membangkitkan motivasi, bagaimana tidak cerita yang agak lucu memang namun membawa arti yang menurut saya sangat berarti, ceritanya seperti ini,
Sebuah dusun ada seorang saudagar kaya raya memiliki seekor babi yang sangat pintar dan sang saudagar sangat sayang kepada babi tersebut, nah…si babi pun ia ingin memberikan yang terbaik kepada saudagar tersebut bagaimanapun saudagar itu majikannya.
Babi tersebut akan melakukan apa saja demi kebahagiaan dan kesenangan si majikanannya, ia belajar kepada seekor ayama jantan, agar sang babi bisa berkokok seperti ayam jantan, agar ia juga bisa membangunkan sang majikannya dari peraduannya di kala pagi menjelang. Sungguh perjuangan babi yang sangat gigih dan sekuat tenaga ia belajar kepada ayam jantan agar ia bisa berkokok demi menyenangkan hati si majikannya dan babi tersebut berhasil berkokok laksana ayam jantan setiap pagi membangunkan majikannya.
Kemudian demi menyenangkan hati si majikannya si babi pun belajar kepada seekor kucing agar ia bisa diajarkan bagaimana ia bisa cakap menangkap tikus, agar sawah dan ladang majikannya tidak diganggu oleh hama tikus, agar panen sang majikan tidak merugi karena hama tikus tersebut.
Sang babi berjuang dan berjuang …. belajar kepada kucing untuk menangkap tikus demi menyenangkan majikannya dan ia berhasil dan pintar menangkap tikus.
Namun pada suatu hari sang majikannya menghampiri dia dengan membawa sebilah golok yang sangat tajam…., lalu sang babi berkata “ untuk apa golok tajam itu tuan ? lalu sang majikan sambil mengosok sebilah golok itu berkata “ aku akan memotong mu, babi !, babi pun terkejut, loh….…tuan bagaimana kok ingin memotong saya ? bukankah saya babi yang sangat pintar, saya sangat perhatiaan kepada tuan, saya setiap pagi berkokok membangunkan tuan, saya berburu tikus diladang tuan agar panen berlimpah tidak kah tuah tahu itu? Apakah tuan tidak berpikir kalau saya babi pintar ?
Lalu sang majikan tersebut dengan senyum berkata “ saya tidak perlu babi pintar saya perlu stik babi....,
Cerita tersebut diatas adalah apa yang kita lakukan sebagai seorang karyawan tidaklah menujukkan bahwa kita sangat pintar, bisa berbuat apa saja demi kebahagian pimpinan kita, namun tahukan kita pimpinan pun mau kepada bawahan yang penurut...
Karena Sebagian orang mendefinisikan bahwa pemimpin adalah pribadi yang memiliki kekuasaan. Definisi seperti ini akan melahirkan model kepemimpinan yang menekankan penggunaan otoritas kekuasaan dalam memimpin. Pemimpin dengan paradigma model ini cenderung menggunakan kekuasaan untuk memaksa anak buahnya menyelesaikan tugas pekerjaan mereka, tanpa membutuhkan partisipasi aktif dan inisiatif mereka. Bagi pemimpin jenis ini, satu-satunya tugas anak buah adalah melaksanakan perintahnya. Anak buah tidak perlu mengetahui mengapa mereka harus mengerjakan ini atau itu dan juga tidak perlu tahu mengapa mereka tidak boleh melakukan ini atau itu. Dalam kondisi demikian, anak buah selalu di posisikan sebagai subordinat. Dalam perkembangannya, kepemimpinan model ini ternyata memiliki banyak kelemahan. Kini tergantung kita menyikapi sikap kita dalam situasi kerja dengan pimpinan kita, bagaimana karakter pimpinan kita dan tidak semua pimpinan seperti itu, ada pimpinan yang mau mengerti dan berbagi kepada bawahannya.

Comment

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!

Join Kolam Teratai

Putu Gede Keramas Comment by Putu Gede Keramas on July 6, 2009 at 8:33pm
Disebut " jarang " dalam artian pasti ada yang tulus dan mau mengerti apa yang dialami anakbuah/karyawannya. Delapan kondisi dunia harus selalu dipahami dan dimengerti agar kita dapat memposisikan diripada posisi yang tepat. Delapan kondisi dunia itu adalah: Untung - Rugi; Terkenal - Tidak dikenal: Suka - Duka; Kaya - Miskin.Semoga semua mahluk berbahagia.
TEDY SANTIBALO Comment by TEDY SANTIBALO on July 6, 2009 at 7:57pm
Ngak boleh, negatif.. dunk, ngak semua boss, jahat.. dan ngak semua anak buah baik dan loyal..
Victor Alexander Liem Comment by Victor Alexander Liem on July 6, 2009 at 5:55pm
Kadang pemimpin (dalam hal ini orang pintar) suka memanfaatkan orang2 yang kepintarannya dibawahnya.
Jarang ada pemimpin yang tulus dan mau mengerti apa yang dialami anak buah/karyawannya.

Our Network

© 2010   Created by manduka™ on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!