Walaupun keinginan ini mungkin muncul dalam batin seseorang yang berlatih meditasi, “Semoga batin saya terbebas dari kekotoran dan tanpa kemelekatan,” namun hal ini tidak akan terjadi. Mengapa?
Karena ia belum mengembangkan empat landasan pemusatan pikiran (catu satipatthāna : kāya, vedana, citta, Dhamma) ; empat daya upaya benar (mencegah timbulnya keinginan buruk yang belum muncul, melenyapkan keinginan buruk yang telah ada, membangkitkan keinginan baik yang belum muncul, dan mengembangkan keinginan baik yang telah ada) ; empat macam kekuatan batin (iddhi : adhittāna-iddhi, vikubbāna-iddhi, manomaya-iddhi dan nanavippara-iddhi); lima kemampuan batin (pañcabala : saddhā, viriya, sati, Samādhi, panna); lima pengetahuan untuk mengembangkan kekuatan batin (abhinna : pubbani-vāsanussatiñāna, dibbacakkuñāna, cetopariyañāna, dibbasotañāna, dan iddhividhañāna); tujuh factor kesadaran agung (bojjhańga : sati, dhammavicaya, viriya, piti, passaddhi, Samadhi, dan upekkhā); dan Jalan Tengah Beruas Delapan. Hal ini ibarat sekumpulan telur ayam yang tidak dierami dengan sepenuhnya, tidak mendapat kehangatan dengan sepenuhnya, tidak berkembang dengan sepenuhnya. Walaupun si induk berharap, “Oh, semoga anak-anakku dapat memecahkan kulit telur dengan cakar dan paruhnya serta menetas dengan selamat,” hal itu tidak akan terjadi. Mengapa? Karena telur-telur itu tidak dierami dengan sepenuhnya, tidak mendapat kehangatan dengan sepenuhnya, tidak berkembang dengan sepenuhnya. Walaupun tidak ada keinginan seperti itu yang muncul pada seseorang yang mengembangkan empat landasan pemusatan pikiran, empat daya upaya benar, empat macam kekuatan batin, lima kemampuan batin, lima pengetahuan dan mengembangan kekuatan batin, tujuh factor kesadaran agung dan Jalan Tengah Beruas Delapan, namun pikirannya akan terbebas. Mengapa? Karena ia telah mengembangkan hal-hal tersebut diatas. Hal ini ibarat sekumpulan telur ayam yang dierami dengan sepenuhnya, berkembang dengan sepenuhnya. Walaupun si induk tidak berpikir,”Oh, semoga anak-anakku dapat menetas,” namun telur-telurnnya akan menetas semuanya. Mengapa? Karena telur-telur tersebut dihangati dengan sepenuhnya, berkembang dengan sepenuhnya.
[Anguttara Nikāya IV : 124]
Diambil dari buku Buddha Vacana hal.245-246

You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!
Join Kolam Teratai