Makna "berlindung "
dari yang sederhana sampai ke yang tertinggi sangat banyak contoh yang perlu di tiru dan dilaksanakan.
Saat akan turun hujan kita berusaha untuk berlindung atau mencari tempat berlindung, tempat berlindung dari yang terkecil dan sederhana sampai yang paling besar dan mewah. Contohnya; saat hujan turun, kita kebetulan berada di lapangan luas tanpa penghuni, apa yang kita lalkukan untuk melindungi diri dari kucuran hujan?; tentu segala usaha harus kita perbuat, paling sapu tangan untuk sekedar menutupi kepala, atau koran2 bekas,atau jaket yang dibuka sambil berlari mencari tempat berlindung yang melindungi seluruh badan dari jatuhan air hujan. Meminjam istilah Bapak Cornellis Wowor disini" karma " lagi yang bermain, entah karma baik atau karma buruk, saat kejadian inilah kita dapat membuktikan, bahwa karma apa sebenarnya yang kita petik.
Kalau kita punya timbunan karma baik dimasa lalu, mungkin kita tidak basah kuyup kena jatuhan air hujan yang akan menyebabkan gangguan pada kesehatan, paling tidak usaha cari saputangan berhasil, cari potongan2 koran ada, berlari tidak begitu jauh ada gubuk untuk tempat berteduh; itunamanya memetik karma baik. Demikian sebaliknya semua yang kita cari tidak dapat, akhirnya badan basah kuyup kehujanan sampai mengganggu kesehatan, itunamanya memetik karma buruk atau bayar utang. Banyak contoh dalam kehidupan kita sehari hari yang dalam prosesnya untuk menuju kearah yang lebih baik, delapan kondisi dunia itu menjadi teman kita. Tempat berlindung yang paling aman ada dimana?
Kita sebagai umat Buddha perumahtangga, yang setiap saat mengucapkan" berlindung kepada Buddha, berlindung kepada Dhamma, berlindung kepada Sanggha, tentu harus berusaha untuk me neladani sifat2 luhur Sang Buddha, bahwa dengan pengorbanan yang begitu besar, meninggalkan kehidupan berkecukupan,
enam tahun sengsara sebagai petapa, akhirnya Beliau mencapai Ke Budhha an, mengungkap tabir rahasia asal mula derita. Sifat2 luhur Dhamma, ajaran Guru agung kita Sang Buddha, bila kita bisa memahami dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari2, akan menjadi tempat berlindung yang paling aman. Demikian pula Sanggha, sifat2 luhur Beliau perlu di contoh karena Beliau telah bertindak baik,benar,lurus dan patut,
juga sangat aman bila kita berlindung didalam sifat2 baik,benar,lurus dan patut. Berlindung kepada Buddha,Dhamma dan Sanggha itulah tempat berlindung yang paling aman. Semoga semua mahluk berbahagia.
Tags:
Beritahu Teman
Facebook
You need to be a member of Kolam Teratai to add comments!
Join Kolam Teratai