tks bro citra, atas masukannya mungkin itu hanya pembuktian dan memang hukum karma dibuktikan atau tidak tetap berjalan namun seiring dengan waktu dan kondisi. kata percaya ini yang sulit, ini pernah saya dan teman saya diskusi tentang hal ini dan teman saya itu berkata, "saya tidak percaya dengan hukum karma" lalu saya balik bertanya, kenapa tidak percaya? dia menjawab kalau saya percaya kenapa setiap orang berkata jangan berbuat jahat nanti ada balasannya,itu hanya sesaat ia tdk berbuat jahat, namun lain hari akan mengulang dan mengulang karma walaupun itu hal yg terkecil ( gosip misalnya ), jadi kenapa ia mengulang2, itu sama juga tidak percaya dengan hukum karma dan dia tanya kepada saya apakah kita pernah tidak berbuat buruk setiap hari ? walau itu sifatnya sepele, kenapa kita tdk menyadari setiap tingkah laku kita akan bersinggungan dengan karma?
difinisi percaya atau tdk dengan hukum karma adalah pemahaman arti yg sesungguhnya terhadap diri kita sendiri
inilah pertanyaan masih kah kita percaya dengan hukum karma ?
sorry bro citra bukan adu debat neh....se X lg sorry....peace
Seorang bijak pernah menulis demikian:
"Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu.
Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu.
Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu.
Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu.
Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu.".
Di atas smua itu, amatilah diri Anda.
Hanya mereka yang mengenal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya.
SADARILAH dalam melakukan sesuatu karena itulah yang akan menemukan "nasib"mu.
Bagaimana tanggapan kalian mengenai kalimat-kalimat dari tulisan ini? :-)
Benar sekali Koh Robby percaya dan menjalani itu beda, itulah maksud dari percayakah kita akan karma, kalau orang percaya adanya karma kok masih suka berbohong, atau perbuatan negatif gitu...
Di ajaran Sang Buddha memang ada ajaran tentang Hukum Karma yang sangat erat hubungannya dengan Hukum Sebab Akibat Yang Saling Berhubungan. Di Ajaran Sang Buddha tidak ada istilah " Percaya ", karena sangat jauh bedanya dengan " Yakin ". Yakin yang di yakinkan oleh Ajaran "datang dan buktikan. Disini yang diutamakan adalah " keyakinan ". Apakah yakin bila menanam jagung akan tumbuh jagung dsbnya.
Ciri - ciri orang yang berkeyakinan menurut Sang Buddha adalah:
1. Ia akan ber hasrat menemui para bijaksana.
2. Ia juga berhasrat mendengarkan Dhamma.
3. Ia hidup dengan murah hati dan suka berdana
4. Suka menolong dan berbagi dengan orang lain.
Sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita termasuk orang yang berkeyakinan, kalau berkeyakinan
tentu bukan hanya percaya saja dengan Hukum Karma yang artinya percaya menurut si A atau si B. kalau yakin
tentu keluar dari dalam diri sendiri yang berdampak kepada sikap dan peri laku kita sehari hari, paling tidak punya rasa malu untuk berbuat jahat dan takut akan akibat perbuatan jahat tersebut.
Kita kalau menjadi umat Buddha, harus yakin dengan Hukum Karma, karena itu adalah salah satu Ajaran Guru Agung kita Sang Buddha, jangan ragu - ragu tentang Hukum Karma.
Semoga saya berbahagia, semoga para leluhur dan keluarga saya berbahagia dan semoga semua mahluk berbahagia.
namo buddhaya, saya bukan hanya percaya, tapi sangat yakin ttg hukum karma, agar kita dpt menjalankan dlm kehidupan ini yg sesuai dgn dharma , maka perbanyak meditasi dengan perenungan dharma yg berfokus pd karma, pd titik tertentu anda akan mengertidan tahu apa yg seharusnya anda lakukan, semoga anda dpt menemukan keindahan dlm dharma, sadhu3.