Media masa sekarang sedang gencar bercerita tentang Manohara. Bahkan pemilihan presiden kalah heboh. Tapi banyak pertanyaan seputar 'lari' nya Manohara. Apakah tindakannya itu adalah pilihan yang cukup bijak? Tanpa mendeskreditkan pihak tertentu, jika kasus seperti ini terjadi pada diri Anda, apa yang Anda lakukan? Apakah dalam buddha dharma ada aturan yg mengulas tentang norma2 hubungan suami istri?
Pelarian manohara adalah pelarian dari keterbelengguan derita dari tindakan-tindakan negatif, wajar ia melakukannya,siapa seh yg kuat menahan dari KDRT ( menurut pengakuaannya) dan itu wajar sekali. Setiap warga negara berhak untuk mendapat perlindungan.jadi kl saya menjadi manohara saya akan melakukan hal yang sama seperti yg dilakukan manohara odelia pinot dan akan memberikan bukti2 yg otentik atas kasus KDRT tersebut,kurang lebih begitu kaya, koh Robby.
Sebenarnya tidak terlalu mengikuti juga sih kisahnya, lagipula kadangkala yang ada di pemberitaan itu kan terlalu dibesar-besarkan...
Tapi kalau memang demikian yang terjadi, saya sih memilih melakukan seperti yang dilakukan oleh Manohara.
Karena apa? Saya pikir masing-masing individu memiliki kebebasan, sekalipun hidup berkeluarga dan berstatus seorang istri, tidak berarti kehilangan kebebasan pribadi.
Yang ada dalam hidup berumahtangga adalah 'kewajiban' antara suami dan istri. Melihat kasus Manohara, suami tidak menjalankan kewajibannya dengan baik, ini baru kita pandang dari sudut yang umum, apalagi dipandang dari segi Buddhis.
Ditambah lagi dengan penyiksaan yang diterima Manohara yang tidak hanya menimbulkan penderitaan fisik tetapi juga batin serta bisa membuatnya kehilangan kesadaran.
Jadi melarikan diri atau berpisah dengan suaminya adalah jalan yang terbaik.
ups.. MANOHARA... menurut aku Mano nyare masalah ndiri. Emang enak jadi keluarga kerajaan..?? Jawabannya ga enak banged.. banyak banget kejadian jadi istri sultan yang tidak tahan dengan lingkungan hidup di dalam kerajaan.... Kerajaan itu bukan maen - maenan.. ada aturan na juga.. Jadi kalo loe dah siap untuk jadi keluarga kerajaan loe harus menerima segala konsekuensi na.. Jangan berfikir menjadi keluargga kerajaan itu akan indah.. berlimpah uang dan harta.. kesenangan dan bla bla bla.. itu semua tidak bener... yang benar adalah siapkah anda menjalani kehidupan kerajaan setelah anda menjadi bagian dari mereka?
Banyak banged yang menyalahkan Tengku Muhammad Fakhry dan keluarga kerajaan. Tapi gue kagak pernah merasa mereka itu bersalah. Its fine saja... itu konsekuensi menikah.. apalagi menikah na dengan keluarga RAJA. Seperti kisah salah satu sultan di negara B****I, perempuan yang di nikahi dia banyak yang akhirnya tidak tahan dan keluar dari lingkungan kerajaan ( Cerai ), coz y? coz kita manusia biasa.. kita bukan berasal dari lingkungan mereka... kehidupan mereka dan kita itu BEDA. Dari cara bicara, makan, dimana saat na loe harus senyum juga uda di setting booo.....loe kemana mana saja selalu ada bodyguard na.. dan mulailah kita kehilangan privacy, kehilangan kebebasan.. dan berakhir dengan menuntut sultan seperti ini.. seperti itu... sebenarnya kita sendiri yang tidak bisa beradapasi dengan kehidupan mereka.. jadi mengapa menyalahkan orang laen?
Seorang sultan itu mempunya power yang kuat... jadi jangan maen - maen ama keluarga kerajaan... lagian gue melihat mano ini terlalu mencari sensi banged.. balek indo bukannya dia menyelesaikan "URUSAN" dia.. weleh.. malah.. cuap sana sini.. yang bener aja bo.. kalo emang loe rasa loe bener yah.. buktikanlah.. bukan menjelekkan orang seperti ini. Toh.. dia itu terpelajar.. nape kagak mikir gimana cara "TERBAIK" menyelesaikan ini?
klo emang dia sdh ga betah, sdh sewajarnya klo dia "lari", meskipun tidak bisa 100% lari dari masalah, skrg diberitakan akan menuntut kesultanan kelantan, moga2 masalahnya berakhir dgn kata "damai"
kasus Mano bisa dibilang sambil menyelam minum air. terlihat ada kepentingan kepentingan lain, lebih dari sekedar upaya "keluar dari lingkungan yang buruk".
terlepas dari pulasan dan polesan dalam kasus Mano, menurut ku memperjuangkan hak "kebebasan hidup" adalah pilihan tepat.
di buku "bagaimana berargumentasi dan menang di setiap saat" dikatakan bahwa diri kita sendiri adalah tuan bagi diri kita. tidak ada siapapun yg bisa memerintah diri kita jika kita tidak mau menurutinya (kira2 begitu, aku lupa kalimat tepatnya). artinya siapapun punya pilihan untuk hidupnya sendiri, termasuk pilihan utk hidup pada lingkungan yang baik
toh bergaul dengan orang yang bijaksana, tidak bergaul dengan org yg tidak bijaksana adalah berkah utama.